GALILEO GALILEI — 1581
Candelier yang berayun-ayun
Ia merupakan suatu hari Ahad yang biasa pada tahun 1581 . Beratus—ratus jemaah mengisi katedral besar di Pisa, Itali. Kebanyakan mereka mendengar dengan tekun upacara gereja. Tetapi tidak Galileo Galilei. Sebaliknya, matanya terpaku pada candelier di atas kepalanya. Arus udara yang mengalir melalui katedral yang tinggi menggerakkan candelier itu ke tepi dan ke belakang dan ke hadapan. Kadang-kadang ia bergerak dengan perlahan; kadang-kadang ia berayun-ayun melengkung lebar. Tidak kira saiz ayunannya, bagi Galileo, candelier itu bergerak pada masa yang tidak putus-putus. Pada zaman itu tiada jam atau jam tangan, jadi Galileo merasa denyutan nadi di pergelangan tangannya.
Showing posts with label Galileo Galilei. Show all posts
Showing posts with label Galileo Galilei. Show all posts
Subscribe to:
Posts (Atom)